Sekretaris Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag), Muhammad Suaib Sulaiman, memimpin pertemuan One on One Meeting bersama delegasi Asian Development Bank (ADB) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) pada Selasa (10/2/26) di Kementerian Perdagangan. Pertemuan ini fokus membahas persiapan program Competitiveness, Industrial Modernization, and Trade Acceleration (CITA) Phase 2, di mana ADB dan pemerintah Indonesia menyepakati serangkaian reformasi kebijakan untuk meningkatkan daya saing nasional, khususnya pada sektor Perdagangan, investasi dan logistik. Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak menyoroti pentingnya pembukaan akses pasar ke negara-negara non-tradisional, progres aksesi OECD, serta tantangan perdagangan global seperti penerapan kebijakan lingkungan Uni Eropa berupa EU Deforestation Regulation (EUDR) dan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM). Selain isu perdagangan internasional, pertemuan juga membahas upaya peningkatan keterlibatan Indonesia dalam Global Value Chain (GVC), terutama pada sektor otomotif dan elektronik, serta pentingnya ketersediaan data real-time pergerakan komoditas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Pihak ADB juga menekankan dua poin krusial, yaitu peningkatan peran perempuan dalam partisipasi perdagangan serta pentingnya koordinasi antarwilayah untuk mengatasi kendala geografis Indonesia dalam sektor logistik dan kapasitas pelayaran. Delegasi ADB yang hadir dipimpin oleh Mr. Matthew Hodge (Principal Public Sector Economist), didampingi Mr. Reza Anglingkusumo dan Ms. Hanna Bucher, sementara JICA diwakili oleh Mr. Sakurazawa Shuhei, Mr. Obara Toshiki, dan Ms. Dewi Idhayani. Pertemuan ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi implementasi kebijakan yang lebih efektif guna mendorong modernisasi industri dan akselerasi perdagangan Indonesia ke depan. (AS)
Chat via WhatsApp Admin BKPerdag akan membalas Anda Secepatnya.
Halo, Ada yang bisa kami bantu?

