Pusat Kebijakan Perdagangan Domestik, Badan Kebijakan Perdagangan, telah melaksanakan survei di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada tanggal 4-7 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Analisis Peran Balai Pengembangan Kompetensi Perdagangan (BAPEKOMDAG) dalam Pengembangan Kompetensi Nonaparatur Perdagangan. Survei difokuskan pada kegiatan wawancara dan observasi lapangan guna mengumpulkan informasi dan data dari berbagai pemangku kepentingan, yang meliputi instansi pemerintah dan pelaku usaha. Responden dalam kegiatan ini antara lain Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat serta pelaku usaha di Kota Bandung, yaitu Batik Giyazi Bizurai, Gammara, dan Rencang Ngopi. Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun masukan strategis terkait penentuan prioritas sasaran pengembangan kompetensi, penyusunan topik dan materi pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha, serta penguatan kerja sama antara BAPEKOMDAG dan para pemangku kepentingan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Perdagangan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor perdagangan, khususnya bagi nonaparatur perdagangan, guna mendorong terciptanya ekosistem perdagangan domestik yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.
Pelaksanaan Survei Analisis Peran BAPEKOMDAG dalam Pengembangan Kompetensi Nonaparatur Perdagangan di Kota Bandung, Jawa Barat
Chat via WhatsApp Admin BKPerdag akan membalas Anda Secepatnya.
Halo, Ada yang bisa kami bantu?

